Sukabumi,Suara Indonesia – Reses DPRD Kabupaten Sukabumi kerap dipersepsikan sebagai agenda rutin formal. Namun di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, kegiatan tersebut dimanfaatkan warga sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Legislator DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Asep Rizwan Efendi, memilih Warungkiara sebagai lokasi reses perdana Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan itu, warga tak sekadar hadir, tetapi aktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan lingkungan, pelayanan, hingga pembangunan yang dinilai mendesak.
Asep menyebut, antusiasme masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa reses masih relevan sebagai jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Saya berterima kasih atas kehadiran dan keterbukaan masyarakat. Dari sini saya bisa mendengar langsung apa yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Asep juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai batasan kewenangan dan mekanisme pemerintahan yang berlaku saat ini. Menurutnya, pemahaman bersama penting agar harapan warga bisa diperjuangkan secara realistis dan tepat sasaran.
“Tidak semua hal bisa langsung direalisasikan, tapi saya akan berupaya semaksimal mungkin sesuai ketentuan yang ada,” tegasnya.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan dibawa ke tingkat pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. Asep menegaskan, kebutuhan yang bersifat mendesak harus mendapat perhatian lebih cepat.
“Harapannya, apa yang disampaikan masyarakat hari ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Karena ini menyangkut kebutuhan nyata warga,” katanya.
Reses DPRD Kabupaten Sukabumi sendiri dilaksanakan serentak di enam daerah pemilihan ( Red )

