Januari 25, 2026

Sudut Pandang Seorang Jurnalis, Adalah Perspektif Pemikiran Yang Jenius

Sukabumi ,Suara Indonesia– Sudut pandang jurnalistik adalah cara jurnalis memilih fokus, pendekatan, dan perspektif dalam melaporkan suatu peristiwa, dengan tujuan utama objektivitas (view from nowhere), faktualitas, keberimbangan, dan ketidakberpihakan (non-partisan) agar informasi tersampaikan secara akurat kepada publik, yang mencakup aspek proses (mencari, mengolah, menyebar berita), teknik (wawancara, reportase, penulisan), dan ilmu (ilmu komunikasi terapan).

Sudut Pandang Utama
Objektivitas (View from Nowhere): Sikap wartawan yang netral, tidak memihak, dan tidak memasukkan kepentingan pribadi dalam berita, berfokus pada fakta.
Faktual dan Akurat: Berpegang teguh pada data, kejadian, dan ucapan narasumber yang terverifikasi.

Keberimbangan (Balance): Menyajikan berbagai sisi dari suatu isu untuk memberikan gambaran utuh, bukan hanya satu sudut pandang.
Interpretasi Sudut Pandang Jurnalistik
Secara Harfiah: Dari kata journal (laporan/catatan), artinya kewartawanan atau kepenulisan yang berhubungan dengan pencatatan harian.

Secara Konseptual:
Sebagai Proses: Aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi.

Meskipun jurnalisme berita mengedepankan objektivitas, jurnalisme naratif memanfaatkan riset mendalam untuk membangun cerita dari pengalaman sumber, bahkan merekonstruksi adegan berdasarkan perasaan dan perkataan sumber (jika otentik) untuk memberikan kedalaman emosional, tetap berpegang pada fakta.

Sebagai Teknik: Keahlian (skill) dalam reportase, wawancara, dan penulisan berita.
Sebagai Ilmu: Ilmu terapan komunikasi yang terus berkembang.Secara Praktis: Penerapan nilai-nilai profesional seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etika saat meliput dan menyajikan berita. Sudut Pandang dalam Jurnalisme Naratif (Fiksi Non-Fiksi)

Pentingnya Sudut Pandang
Memilih sudut pandang yang tepat membantu mengatasi keterbatasan waktu dan ruang dalam pemberitaan, misalnya dengan mengganti fokus cerita dari siaran pagi ke siaran malam.
Mengembangkan rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan kritis adalah kunci untuk menemukan sudut pandang berita yang relevan dan penting bagi publik.

Oleh Anwar Resa
Redaksi Suara Indonesia.Co
m

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *