Januari 25, 2026

Kepedulian Sosial Dalam Islam : Sebuah Tanggung Jawab Umat

Bogor, Suara Indonesia – Kepedulian sosial adalah salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Dalam Islam, membantu orang lain dan meringankan beban hidup mereka merupakan perintah yang sangat ditekankan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ajaran ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari zakat, sedekah, hingga program amal yang menyentuh kehidupan orang-orang yang membutuhkan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah berbagi kebutuhan pokok seperti beras kepada masyarakat yang kurang mampu, sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan menjadi sarana untuk mempererat rasa solidaritas dalam komunitas Muslim.

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk saling membantu dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang mengingatkan tentang pentingnya sedekah dan infak sebagai bentuk kepedulian sosial. Salah satunya adalah firman Allah SWT:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“…. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. …..” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2).

Ayat ini menegaskan pentingnya kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan adalah bagian dari amal kebajikan yang sangat dianjurkan. Memberi kepada orang yang membutuhkan, seperti makanan pokok, tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian di tengah tengah masyarakat.

Rasulullah SAW banyak memberikan contoh langsung mengenai kepedulian sosial. Beliau adalah sosok yang sangat peduli terhadap kesejahteraan umatnya, bahkan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan menghilangkan satu kesulitan dari kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

Hadits ini menekankan bahwa membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan memiliki pahala yang sangat besar. Bahkan, hal itu dapat menjadi sebab Allah menghilangkan kesulitan kita di dunia maupun akhirat. Kepedulian sosial adalah cerminan kasih sayang seorang Muslim kepada saudaranya. Berbagi rezeki, seperti beras, adalah salah satu cara untuk meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang membutuhkan. Apalagi di Indonesia seperti yang sudah diketahui bersama beras adalah makanan pokok yang sulit tergantikan apalagi oleh masyarakat yang kurang mampu.

Para ulama juga sering menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan seorang Muslim. Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, seorang ulama besar, dalam kitabnya Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa salah satu tanda dari keimanan seseorang adalah kepedulian terhadap sesama. Beliau berkata:

“Seorang mukmin yang sejati adalah yang hatinya dipenuhi dengan kasih sayang dan kepedulian kepada orang lain. Jika ia melihat saudaranya dalam kesulitan, maka hatinya tergerak untuk membantu, meskipun dengan sesuatu yang sedikit.” .

Kepedulian terhadap sesama bukan hanya soal jumlah atau besar kecilnya bantuan, tetapi lebih kepada ketulusan hati untuk memberi. Mengulurkan tangan kepada mereka yang kurang beruntung adalah bentuk ibadah yang tulus, sesuai dengan ajaran para ulama yang selalu menekankan pentingnya ketulusan dalam amal kebajikan.

Manfaat Kepedulian Sosial bagi Penerima dan Pemberi

Kepedulian sosial tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan keberkahan bagi pemberi. Dalam Islam, sedekah dan bantuan kepada yang membutuhkan mampu membuka pintu rezeki dan keberkahan
 Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ‎

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah [2]: 261).

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap amal kebajikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Dalam berbagi kebutuhan pokok seperti beras kepada mereka yang membutuhkan, tidak hanya penerima yang mendapatkan manfaat, tetapi juga pemberi yang memperoleh pahala berlipat ganda dari Allah ta’ala. Kepedulian sosial ini adalah bentuk nyata dari keberkahan yang terus mengalir, baik bagi pemberi maupun penerima, selama niatnya tulus karena Allah semata.

Ditulis oleh : Anwar Resa
Redaksi suara- indonesia.com

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *